• 3

    Jan

    Hadiah

    Suatu ketika, seorang kawan mengirimkan email yang menceritakan tentang hadiah Natal. Penggalan email itu:”…Natal bukan hadiah untuk kita melainkan untuk Dia..”. Saya tidak bicara tentang Natal pada tulisan ini. Saya akan bicara sedikit tentang hadiah. Hadiah adalah sebuah gambaran abstrak dari sebuah konsep. Begitu abstraknya sampai orang bisa mengartikan hadiah sebagai sesuatu yang buruk. Orang tertawa karena hadiah, begitu pula orang bisa menangis, cemas juga karena hadiah. Awal tahun ini Palestina mendapatkan hadiah: serangan brutal kaum tak manusiawi, Israel. Yang membuat anak-anak menangis hingga kehilangan nyawanya. Tatanan kedamaian luluh lantak, lebur dalam desingan peluru dan dentuman roket. Israel memang adalah umat pilihan Tuhan, dalam mitologi Kristen. Nam
  • 10

    Nov

    Sahid

    Siapakah yang menentukan ke-sahid-an seseorang? Tuhan? Ataukah pemerintah? Ah, saya juga tidak bisa menjawab pertanyaan ini. Hanya saja saya coba berikan beberapa alternatif jawaban. Ingat ya, ini hanya alternatif jawaban. Bukan jawaban yang sesungguhnya. Sahid atau adalah kata sifat yang mengacu pada kesucian. “Saya ingin mati sahid” artinya: ingin mati dalam kesucian, dalam kesempurnaan. Kesempurnaan bisa digaet dengan berbagai syarat, mulai dari yang ringan hingga syarat yang berat. Syarat itu ditetapkan dalam kitab suci semua agama di muka bumi ini. Dahulu orang yang mati sahid adalah orang-orang yang mati “bertempur” dengan penjajah, penindas dan pemerkosa hak-haknya atau bisa dikatakan menginjak agama orang lain. Orang ini pembela hingga titik darah penghabi
  • 2

    Nov

    Rencana Pembuatan Buku

    Aku saat ini sedang dalam penyusunan pembuatan buku tentang Ucok AKA. Pentolan grup band AKA yang sempat tenar dekade 1970an. Pada masa itu siapa yang tidak kenal dengan AKA. Grup yang namanya diambil dari Apotek Kali Asin (yang sekarang jadi monumen karapan sapi, Jalan Basuki Rahmat) mencatatkan diri selama 7 minggu menduduki puncak tangga lagu Australia dengan tembang Crazy Joe. Rencana pembuatan buku yang isinya tentang biografi seorang musisi fenomenal ini sebenarnya sudah sejak 1 tahun lalu. Formatnya akan aku buat seperti novel (masih belum ditentukan pengambilan sudut cerita). Secara kebetulan, Ucok AKA saat ini berdomisili di Surabaya. Aku sudah mengutarakan niat membuat buku dan beliau sangat mendukung. Semoga bisa segera selesai. Berikut ini tulisanku 1 tahun lalu, kala bertem
  • 25

    Oct

    Lucius Nieman, Newspaperman

    This is an edited version of a talk given on April 7, 1941, to the Nieman Fellows by Harry J. Grant, a long-time associate of Mr. Nieman and his successor in publishing The Milwaukee Journal. It is difficult to interpret the workings of another man’s mind and to analyze his motives clearly. Sixty years of Mr. Nieman’s life 35 of them with The Milwaukee Journal had passed when I first met him. He impressed me by his straight thinking and his genius in digging out facts. He possessed great charm and the hardships which had come his way helped to give force to his character and effectiveness to his work. Early in life he decided to be a newspaperman and for more than 60 years he followed his idea to the end of a most successful career. Child of Pioneers “Lute” Ni
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post